Everything About Me
Thursday, May 7, 2009
Peran(peranan) Suami, Siapkan Bahu & Telinga Menjelang Persalinan
ok, u all...
nad artikel ni dari sini...
info berguna tuk lelaki2 di luar sana(terutama bakal2 ayah yer)
ayat nyer tu u all faham2 sendir la yer..hehe

Peran Suami, Siapkan Bahu & Telinga Menjelang Persalinan

Ditulis oleh bibilung di/pada Selasa, 24 Juni 2008

MENUNGGU hari persalinan bisa menjadi pengalaman yang menegangkan sekaligus melelahkan. Dengan usia kandungan yang semakin tua, apa pun bisa terjadi pada ibu hamil. Cemas, gelish, takut, stres, marah-marah, mulas, keluhan sakit perut, sampai kontraksi yang frekuensinya makin sering, jamak dialami oleh ibu menjelang persalinannya. Nah, suami bisa berperan untuk meringankan beban istrinya.

“Yang terpenting, keberadaan suami di sisi istri yang tengah berjuang hendak melahirkan si buah hati ke dunia sangatlah penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. Selalu ada setiap kali istri membutuhkan!” tegas Anna Surti Ariani Psi dari Medicare Clinic, Menara Kadin, Kuningan, Jakarta.

Temani ke Dokter

Dr Andon Hestiantoro SpOG(K) yang berpraktek di RSCM, menjelaskan dukungan dan peran suami yang baik dan benar sangat membantu istri yang sedang hamil untuk mengenali risiko-risiko yang mungkin mengganggu kehamilan serta persalinan sejak dini. “Tak peduli kehamilan pertama atau kesekian, dampingan suami tetap diperlukan saat istri memeriksakan kehamilannya. Dampingan ini akan sangat membantu suami untuk mengetahui sekaligus mengikuti tahap demi tahap perkembangan bayi mereka, apakah ada masalah atau tidak. Selain itu suami pun jadi terbantu memahami gejolak emosi sang istri,” jelasnya.

Saat mendampingi pasangan memeriksakan kandungannya, posisikan diri sebagai mitra yang membantu mencari jalan keluar bersama-sama demi perkembangan optimal janin. Kalaupun ada keluhan, besarkan hatinya agar mau berkonsultasi ke dokter dan mendapat jawaban pasti dari ahlinya. Kalaupun hasilnya dianggap kurang memuaskan, ajukan alternatif untuk kepastian jalan terbaiknya ke dokter yang lebih ahli ataupun rumah sakit yang lebih besar.

Jika peran suami dijalankan, diharapkan keterlambatan yang kerap menjadi penyebab kematian ibu melahirkan tidak akan terjadi. “Keterlambatan yang dimaksud mencakup terlambat mengetahui kelainan kehamilan dan persalinan, terlambat memutuskan untuk segera ke fasilitas pelayanan kesehatan, dan terlambat menerima perawatan yang tepat,” terang dokter yang juga menjabat sebagai Kepala Klinik Yasmin, klinik terpadu untuk kesehatan reproduksi pria dan wanita.

Dampingi Sampai Masa Bersalin Tiba

Saat persalinan berlangsung, perasaan gelisah, cemas dan takut juga menghinggapi sang istri. Ini antara lain karena adaptasi dengan suasana kamar bersalin yang tentu baru bagi ibu. Di samping itu, rasa sakit selama proses persalinan juga sangat mengganggu suasana hati ibu. Pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan bidan atau dokter untuk menilai kemajuan persalinan juga dapat meningkatkan kegelisahan.

Apalagi, proses persalilnan yang membutuhkan waktu 8-12 jam, membutuhkan kesabaran, kekuatan fisik dan mental ibu. Dukungan suami tentu akan membuatnya kooperatif dan sangat tenang. Sebaliknya, kalau ibu stres, keseimbangan hormon, enzim dan energi yang sangat diperlukan untuk kelancaran proses persalinan bisa terganggu,” alas dr Andon.(Mom& Kiddie//tty)

diambil dari ::okezone::


Labels: , ,

posted by +NADS+ @ Thursday, May 07, 2009  
1 Comments:
  • At 08 May, 2009 11:30, Blogger Dayu said…

    suami2 ni mmg kena bagitau
    kalau tak derang mcm lupa je
    hmmm...klau derang ada kat sisi kita
    mesti boleh tolong kurang skit kan rasa sakit tu..

    *doakan yg terbaik untuk nad

     
Post a Comment
<< Home
 
 
About Me

Name: +NADS+
Home: Pasir Gudang, Johor, Malaysia
About Me:
See my complete profile
Contact Me
Visitors
Stalkers
Stalking me..!!!
Sponsor
Let's Chatting...!!!
Mr.Shukor
Photobucket
Mrs.Shukor
Photobucket
Shukor's Junior(hazim)
Photobucket
Blogger Friend List
Other Links
Previous Post
Archives
Traffic
Powered by

Terumbukasih Dot Com

BLOGGER